Sabtu, 01 Juni 2013

ISDN( Integrated Service Digital Network )


ISDN( Integrated Service Digital Network )

    ISDN merupakan satu kesatuan dari beberapa jaringan telekomunikasi. Beberapa macam pelayanan yang disediakan oleh ISDN diantaranya adalah
-          Telepon
-          Alarms ( Smoke, Fire, Police, medical)
-          Energi management
-          E-mail
-          Compress data
-          Video
-          Switched Video
-          Interactif Video
-          Interactif Information Service,Dsb.
Peranan mendasar ISDN adalah menyediakan fasilitas komunikasi digital secara penuh, voice dan data yang mendukung peningkatan kemampuan proses distribusi.

Model Referensi ISDN

Model referensi ISDN didasarkan pada model referensi OSI , kecuali mendefinisikan user control dan management informasi .

Fungsi-fungsi layer ISDN  :

Layer 1 :
-          Mengaktifkan , mempertahankan, memutuskan sambungan fisik
-          Bit transmisi
-          Struktur kanal multiplex
Layer 2  :
-          Mengadakan sambungan data
-          Flow control, error control
-          Framing synchronization dan sequences control
Layer 3 :
-          Sambungan jaringan
-          Routing, multiplexing, sambungan jaringan.
-          Control congesti, addressing.
Layer 4  : 
-          Mengadakan sambungan transport
-          Multiplexing, flow control, error detection.
-          Segmentation blocking
Layer 5  :
-          Mengadakan sambungan session
-          Management session
-          Sambungan synchronization session
-          Pemetaan sambungan session ke transport
Layer 6  :
-          Kompressi, expansi
-          Encription / decription
Layer 7  :
Fungsi-fungsi yang berhubungan dengan aplikasi.

Service ISDN

ISDN dapat diaplikasikan dalam bentuk sebagai berikut :
-          Video Conferencing
-          WAN, LAN
-          Asynchronous terminal Network
-          Network Integration
-          PC Networking
-          Video Text
-          Security, system monitor
-          Packet switch, dsb.

Beberapa persyaratan untuk aplikasi yang dibentuk seperti pada table sebagai berikut  :

SERVICE
DATA RATE
FASILITAS
Telephone
8,16,32,64 Kbps
Switched Circuit
Interactive data
4.8 – 64 Kbps
Packet Switched
E-mail
4.8 – 64 Kbps
Packet Switched
Data transfer
4.8 – 64 Kbps
Switched Circuit
Slow Scan
56 – 64 Kbps
Switched Circuit
Compressed data
1.5 Mbps
Switched Circuit / Channel


Open System Interconnection (OSI)


 Model Referensi OSI
      Sebelum mengenal Router, perlu mengetahui model-model lapisan jaringan. ISO  (International  Standart Organization) mengeluarkan model referensi  Open system  Interconnection ( OSI ) . Didalam model ini proses pengolahan data dibagi dalam 7 lapisan  (layer) atau bias disebut arsitektur lapisan .
      Model referensi OSI mempunyai fungsi sbb :
1.      Physical  layer  ( layer 1 ) :  melayani transmisi data biner melalui jalur-jalur komunikasi.
Lapisan ini bertanggung jawab  untuk mengaktifkan dan mengatur  physical interface jaringan komputer ( hubungan  DTE – DCE ) misalnya : 10 Base T, V.35, X.21
2.      Data link Layer ( Layer 2 )
Lapisan ini mengatur topologi jaringan, error correction dan flow control. Switch dan Bridge bekerja dilapisan ini . Lapisan ini mengubah bit-bit menjadi frame-frame maupun menguraikan paket-paket menjadi frame dari lapsan diatasnya.
Frame mempunyai beberapa elemen yang mempunyai fungsi sendiri-sendiri, sebagai contoh  frame Ethernet IEEE 802.3.
Gambar  Frame Ethernet IEEE 802.3 :


Preamble         DA                  SA                   Length                         Data      FCS
8 byte              6 byte              6 byte              byte                            
 
Preamble Preamble jkhkhhjhjhjhghghghghgPPry



Keterangan      :
 - Preamble berfungsi  untuk menandakan awal frame
- DA ( Destination Address ) alamat penerima/ yang dituju
- SA ( Source Address alamat pengirim / asal
- Length Byte memberi jumlah byte data
- Data adalah pesan utama yang dikirim
- FCS ( Frame checks Sequence ) untuk memeriksa apakah  frame diterima dengan baik dengan menggunakan metode CRC ( Cyclick redundancy checksum  yang membandingkan nilai checksum dari frame yang dikirim dan yang diterima. 
3.      Network Layer ( Layer 3 )
Lapisan ini meneruskan paket dari node ke node lainnya dalam jaringan komputer, selain itu berguna untuk pengaturan  pemberian alamat , peralatan jaringan memilih jalur terbaik dan meneruskan paket . Pada lapisan ini segmen-segmen diubah menjadi paket-paket dengan menambah informasi mengenai alamat kogika / ip address yang dituju.Router bekerja pada lapisan ini 
4.      Transport Layer  ( Layer 4 )
Lapisan ini bertanggung jawab atas keutuhan transmisi data , bertugas untuk memisahkan lapisan tingkat atas dan bawahnya. Pada lapisan ini data diubah menjadi segmen/ data stream .
Contoh : Untuk hubungan connection oriented  ditunjang oleh TCP/IP
5.      Session Layer  ( Layer 5 )
Lapisan ini membuka, mengatur dan menutup lapisan session antara aplikasi-aplikasi protocol yang berfungsi pada lapisan ini a.l  RPC, SQL, X Windows, dll.
6.      Presentation Layer ( Layer 6 )
Lapisan ini bertanggung jawab untuk presentasi grafik, visual, image dan memberi sarana-sarana pelayanan konversi, format, encripsi data, seperti file format ASCII, JPEG, MPEG, MIDI, dsb.
7.      Aplication Layer ( Layer 7 )
Lapisan ini bertugas memberikan saran-saran pelayanan jaringan komputer untuk aplikasi-aplikasi pemakai dan mengadakan komunikasi dari program ke program. Contoh FTP, Telnet, e-mail, browsing ke internet.

Perawatan Gravimeter


 Perawatan Gravimeter
1.  Penyimpanan gravimeter
Apabila gravimeter tidak digunakan, sebaiknya gravimeter ditempatkan disuatu tempat yang khusus (bebas dari gangguan / getaran), terpisah dari peralatan lain dan tetap di panaskan. Penyimpanan sebaiknya dilakukan dalam lemari yang bebas dari pergeseran. Usahakan agar pertukaran udara dalam lemari berlangsung dengan baik. Kecuali pesanan khusus; gravimeter mempunyai suhu mantap yang sesuai dengan spesifikasi masing-masing gravimeter. Umumnya suhu mantap diatur berkisar antara 470 C dan 550 C.
2. Pemanasan gravimeter dan pengisian baterai.
Pemanasan gravimeter dilakukan dengan cara menghubungkan gravimeter ke sumber arus melalui charger-eliminator unit atau baterai 12 volt.
Charger sebagai peralatan pelengkap pada Lacoste & Romberg ada 2 tipe, yaitu Nickel Cadmium dan Gelatin/Cell charger eliminator.
Hal-hal yang perlu dilakukan sewaktu memanaskan gravimeter :
v  Dengan menggunakan Gel/cell charger-eliminator unit :
¨      Buka penutup kotak pembawa gravimeter.
¨      Keluarkan baterai dari dalam kotak gravimeter.
¨      Pilih tegangan yang sesuai (115 V atau 230 V) dan hubungkan battery charger-eliminator unit ke sumber arus AC (PLN atau generator).
¨      Lepaskan penghubung baterai dan pindahkan ke bagian gravimeter connector di charger-eliminator unit secepat mungkin.
v  Dengan menggunakan Ni-Cd charger eliminator unit.
¨      Rubah saklar pada charger-eliminator ke posisi eliminator.
¨      Putar pemilih tegangan ke posisi 1 (pada posisi ini charger mampu menerima tegangan maksimum 250 V).
¨      Hubungkan kabel daya ke sumber arus (PLN atau generator).
¨      Putar pemilih tegangan searah jarum jam hingga AC voltmeter menunjukkan 110 V.
¨      Hubungkan kabel gravimeter ke bagian eliminator di charger-eliminator unit.
Pada saat alat dipanaskan, baterai juga dapat diisi. Tahap-tahap yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
v  Dengan menggunakan Gel/cell charger eliminator unit.
¨      Ambil battery charger cable
¨      Dengan menggunakan kabel tersebut hubungkan baterai ke bagian charger. Pengisian arus dan tegangan yang sesuai secara otomatis masuk ke baterai.
¨      Ampere meter pada charger-eliminator akan menunjukkan harga pada 0.1 ampere bila baterai telah terisi penuh.
¨      Lama pengisian baterai kosong hingga terisi penuh adalah sekitar 12 – 20 jam.
¨      Segera pindahkan dan simpan baterai setelah terisi penuh.
v  Dengan menggunakan Ni-Cd charger eliminator unit.
¨      Perhatikan charging rate yang tercantum pada baterai.
¨      Geser saklar charger eliminator ke posisi charger.
¨      Putar pengatur ampere berlawanan arah jarum jam hingga habis.
¨      Hubungkan baterai dengan bagian charger di charger-eliminator unit lalu baterai dengan gravimeter.
¨      Putar pengatur ampere hingga diperoleh besar arus yang disarankan. Tambahkan 0.2 – 0.3 ampere untuk menggantikan arus yang terpakai oleh gravimeter.
Jika gravimeter tidak dapat dipanaskan dengan sempurna, pada umumnya kesalahan terletak pada penghubung gravimeter dengan sumber arus seperti :
¨      Sambungan yang kurang baik.
¨      Kabel yang rusak.
¨      Tegangan yang kurang.
¨      Terbaliknya kutub positif dan negatif (kalau menggunakan baterai sebagai sumber arus).
¨      Sekering tidak berfungsi (pada gravimeter atau charger eliminator).

          

Pengoperasian Gravimeter


PENGOPERASIAN GRAVITIMETER
  Teknik Membaca Gravimeter
a.      Posisi Operator
Posisi operator pada saat melakukan pengamatan tidaklah mutlak, artinya hal ini hal ini menyangkut kebiasaan operator. Berdasarkan pengalaman, hal-hal yang tercantum dibawah ini sangat dianjurkan  :
a.       Letakkan piringan pada titik amat yang telah di tentukan. Jika tidak memungkinkan, pindahkan titik tersebut lalu catat dan buat sketsa pergeserannya.
b.      Letakkan kotak pembawa gravimeter di depan titik amat.
c.       Berdirilah membelakangi matahari, agar sinar tidak langsung mengenai gravimeter.
d.      Arah angin perlu di perhatikan agar tidak mengganggu pergerakan benang bacaan.
e.       Bila cuaca panas terik atau hujan gunakan payung untuk melindungi gravimeter.
f.       Hindarkan benda-benda berat (kunci, koin, kacamata, helm,dll) yang bisa mengakibatkan terjadinya benturan dengan gravimeter.
g.      Ambillah posisi berlutut sebaik dan seenak mungkin.
Beberapa keuntungan yang diperoleh dengan cara diatas adalah :
§  Gravimeter terhindar dari sinar matahari langsung.
§  Pengamatan lebih stabil dan operator akan lebih leluasa.
§  Proses penegakan dan pemutaran sekrup pembacaan yang akan dilakukan tidak terganggu oleh kotak pembawa gravimeter.
b.      Menegakkan Gravimeter
Menegakkan gravimeter dilakukan dengan cara mengatur posisi nivo memanjang dan nivo melintang menjadi seimbang dengan menggunakan sekrup-sekrup penegak yang dilakukan dengan cermat.
Cara melakukan penegakan seperti di bawah ini dapat memberi kemudahan pada operator :
ü  Letakkan dan tekan sisi piringan pada titik amat sehingga ketiga kakinya tertanam dengan mantap ketanah.
ü  Jika pengamatn dilakukan pada permukaan tanah yang lunak, letakkan sebuah papan diantara piringan dan permukaan tersebut sehingga piringan berada dalam posisi yang mantap.
ü  Buka penutup kotak pembawa dan periksa temperatur gravimeter. Kabel penghubung baterai sebaiknya dalam keadaan bebas.
ü  Keluarkan dan angkat gravimeter. Disarankan ibu jari dan telunjuk mengapit sekrup penegak, sedangkan jari lainnya menekan badan gravimeter.
ü  Letakkan gravimeter diatas piringan.
ü  Geserlah badan gravimeter untuk mendapatkan perkiraan posisitegak dengan sedikit mengangkatnya.
ü  Apabila gelembung pada nivo memanjang ataupun nivo melintang telah mendekati posisi tengah (sembang) hentikan pergeseran tersebut.
ü  Nyalakan lampu gravimeter.
ü  Gunakan sekrup penegak untuk mendapatkan kondisi tegak yang sempurna.
Khusus daerah rawa atau tanah berlumpur, gunakan kaki tiga Ã¼  (tripod) sebagai alat bantu. Catat tinggi tripod tersebut.
ü  Disarankan agar operator tidak bergerak pada saat melakukan pengukuran.
a.      Prakiraan skala bacaan
Untuk gravimeter Lacoste & Romberg model G, prakiraan pembacaan sesuai dengan perubahan lintang adalah sebagai berikut :
Latitude
Perkiraan Gobs
Perkiraan Pembacaan
0
978.046
1430
10
978.203
7600
20
978.652
2050
30
979.337
2750
40
980.178
3600
50
981.078
4530
60
981.930
5400
70
982.623
6100
80
983.073
6560
90
983.223
6700
  
Skala Bacaan
 Benang bacaan / Galvanometer
Setelah gravimeter dalam posisi tegak sempurna, pembacaan dapat dilakukan sebagai berikut  :Lacoste-Romberg gravimeter
¨      Putar sekrup pengunci berlawanan arah jarum jam.
¨      Amati pergerakan benang bacaan pada lensa penagamatan, lalu putar sekrup pembacaan searah atau berlawanan arah jarum jam.
¨      Untuk mendapatkan harga pembacaan, disarankan menggerakkan benang baca dari skala kecil ke skala besar menuju garis baca.
¨      Lakukan pergerakan benang baca yang sama dari satu arah setiap melakukan pembacaan gravimeter.
¨      Posisi garis baca yang benar adalah keadaan dimana batas bawah (bagian kiri) dari benang baca berimpit dengan garis baca.
¨      Seandainya benang baca melewati garis baca, putar sekrup pembacaan berlawanan dengan arah jarum jam sehingga benang baca kembali ke bagian bawah garis baca.
¨      Hati-hati dengan kesalahan pandang (paralaks). 

Osiloskop


Osiloskop 
    Osiloskop digunakan untuk melihat bentuk sinyal yang sedang diamati. Dengan Osiloskop maka kita dapat mengetahui berapa frekuensi, periode dan tegangan dari sinyal. Dengan sedikit penyetelan kita juga bisa mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran.
     Osiloskop terdiri dari dua bagian utama yaitu display dan panel kontrol. Display menyerupai tampilan layar televisi hanya saja tidak berwarna warni dan berfungsi sebagai tempat sinyal uji ditampilkan. Pada layar ini terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontal yang membentuk kotak-kotak dan disebut div. Arah horizontal mewakili sumbu waktu dan garis vertikal mewakili sumbu tegangan. Panel kontrol berisi tombol-tombol yang bisa digunakan untuk menyesuaikan tampilan di layar. 

   Pada umumnya osiloskop terdiri dari dua kanal yang bisa digunakan untuk melihat dua sinyal yang berlainan, sebagai contoh kanal satu untuk melihat sinyal masukan dan kanal dua untuk melihat sinyal keluaran. Sebelum osiloskop bisa dipakai untuk melihat sinyal maka osiloskop perlu disetel dulu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam pengukuran. Hal hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah : 

  1. Memastikan alat yang diukur dan osiloskop ditanahkan(digroundkan).Disamping untuk keamanan hal ini juga untuk mengurangi noise dari frekuensi radio atau jala jala.
  2. Memastikan probe dalam keadaan baik. 
    Kalibrasi tampilan bisa dilakukan dengan panel kontrol yang ada di osiloskop.

    Tombol &fungsi yang terdapat di panel osiloskop antara lain :
    Focus
    :
    Digunakan untuk mengatur fokus
    Intensity
    :
    Untuk mengatur kecerahan garis yang ditampilkan di layar
    Trace rotation
    :
    Mengatur kemiringan garis sumbu Y=0 di layar
    Volt/div
    :
    Mengatur berapa nilai tegangan yang diwakili oleh satu div di layar
    Time/div
    :
    Mengatur berapa nilai waktu yang diwakili oleh satu div di layar
    Position
    :
    Untuk mengatur posisi normal sumbu X (ketika sinyal masukannya nol)
    AC/DC
    :
    Mengatur fungsi kapasitor kopling di terminal masukan osiloskop. Jika tombol pada posisi AC maka pada terminal masukan diberi kapasitor kopling sehingga hanya melewatkan komponen AC dari sinyal masukan. Namun jika tombol diletakkan pada posisi DC maka sinyal akan terukur dengan komponen DC-nya dikutsertakan.
    Ground
    :
    Digunakan untuk melihat letak posisi ground di layar.
    Channel 1/ 2
    :
    Memilih saluran / kanal yang digunakan.


    Setting up Osiloskop

    Terdapat berbagai variasi susunan dan penandaan dari berbagai pengaturnya sehingga dibutuhkan mengikuti petunjuk untuk membiasakan dengan perangkat anda.

    1. Switch on osioskop untuk pemanasan (berkisar satu menit atau dua menit).
    2. Jangan menghubungkan masukan pada tingkat ini.
    3. Set switch AC/GND/DC (dengan masukan Y ) ke DC.
    4. Set SWP/X-Y switch ke SWP (sweep).
    5. Set Trigger Level ke AUTO.
    6. Set Trigger Source ke INT (internal, masukan y ).
    7. Set Y AMPLIFIER ke 5V/cm (nilai moderat).
    8. Set TIMEBASE ke 10ms/cm (kecepatan moderat).
    9. Putar timebase VARIABLE control ke 1 atau CAL.
    10. Atur geseran Y (atas/bawah) dan geser X (kiri/kanan) untuk memenuhi jejak pada tengah layar, seperti tergambar.
    11. Atur INTENSITY (kecerahan) dan FOCUS untuk kecerahan, ketajaman trace/jejak.
    oscilloscope sekarang siap digunakan.



 Hardware Wifi
Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa :
  1. PCI
  2. USB
  3. PCMCIA
  4. Compact Flash
Tipe Jaringan WiFi
Seperti halnya Ethernet-LAN ( jaringan dengan kebel ), jaringan wifi juga dikonfigurasikan ke dalam dua jenis tipe jaringan yaitu:
·         Jaringan Peer To Peer Atau Adhoc Wireless LAN
Computer dapat saling berhubungan berdasarkan nama SSID ( service set identifier ). SSID adalah nama identitas computer yang memiliki komponen nir kabel. Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point.
·         Jaringan Server Based Atau Wireless Infrstruktur
system  infrastruktur membutuhkan sebuah komponen khusus yang berfungsi sebagai access point. Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).

 Keamanan Jaringan WiFi
Peralatan sinyal yang ditranmisikan oleh jaringan wifi menggunakan frekuensi secara bebas, sehingga dapat ditangkap oleh computer lain sesame user wifi. keamanan jaringan wifi secara umum terdiri dari nonsecure dan share key ( secure ):
·   non secure: computer yang mempunyai wifi dapat menangkap transmisi pancaran dari sebuah wifi dan langsung dapat masuk kedalam jaringan tersebut
·   share key; untuk dapat masuk ke jaringan wifi diperlukan kunci atau password, contohnya sebuah network yang menggunakan WEP.
·   selain menggunakan WEP, dapat ditambahkan WPA ( wifi protected access ).
·   membatasi akses dengan mendaftarkan MAC Address dari koomputer klien yang berhak mengakses jaringan.
Terdapat beberapa jenis pengaturan keamanan jaringan Wi-fi, antara lain:
1.      WPA Pre-Shared Key
2.       WPA RADIUS
3.      WPA2 Pre-Shared Key Mixed 
4.      WPA2 RADIUS Mixed 
5.      RADIUS 
6.      WEP